Kerennya Mozilla Firefox


Setelah sekian lama tidak menulis karena selalu bingung mau tulis apa, akhirnya kemarin pagi (7/6) terpikir untuk menulis artikel ini. Asal usul terpikir menulis ini adalah karena ketika masuk kantor dan menyalakan komputer lalu membuka aplikasi Mozilla Firefox, terjadi hal yang luar biasa! Tapi sebelum cerita tentang “hal yang luar biasa” (versi saya tentunya, lebay memang), mungkin saya akan cerita singkat perjalanan hidup saya dengan Mozilla Firefox. Lanjutkan membaca “Kerennya Mozilla Firefox”

Perang!!!


Tikus
Sumber: google.com dengan kata kunci: “tikus”

Perang! Ya, dini hari ini saya begitu bergelora untuk mengadakan perang. Melihat gambar di samping, pasti anda tahu dengan siapa saya ingin mengajak perang. Yups, anda benar! Tikus!

Lanjutkan membaca “Perang!!!”

Cincin vs Gelang


“Hah!? Ada apa dengan cincin dan gelang??”

ali_102

Nih, ada sedikit intro..

Cincin vs Gelang
Gambar diambil dari google.com dengan sedikit editan.

Zaman sekarang, cincin dan gelang adalah hal yang “lumrah” dipakai oleh laki-laki. Tapi semua hal yang lumrah menurut sebagian masyarakat belum tentu diperbolehkan oleh Islam. Nah, lalu apa sih pandangan Islam terkait cincin dan gelang bagi laki-laki?? Lanjutkan membaca “Cincin vs Gelang”

Tak Selamanya Dongeng atau Mendongeng Itu Baik


Mungkin beberapa dari Anda tidak setuju dengan judul tulisan ini. Menurutku itu tidak masalah, semua orang memiliki pandangan masing-masing. Jika Anda masih ingin membaca ulasan mengapa saya katakan “Tak selamanya dongeng atau mendongeng itu baik”, saya ucapkan selamat membaca! 😀 Lanjutkan membaca “Tak Selamanya Dongeng atau Mendongeng Itu Baik”

Antara Pengajar-Mengajar, Pembina-Membina, dan Pendidik-Mendidik


Kita sering mendengar kata-kata “Pengajar”, “Mengajar, “Pembina”, “Membina”, “Pendidik”, dan “Mendidik” bukan? Lalu apakah kita sudah paham makna dari kata-kata tersebut? Apakah ada perbedaan di antara tiga objek dan tiga kata kerja tersebut? Teman, ternyata tiap kata tersebut memiliki makna yang berbeda loh.. 😀

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), mengajar v mempunyai arti: 1 memberi pelajaran; 2 melatih; 3 memarahi (memukuli, menghukum, dsb) supaya jera. Sedangkan arti pengajar n adalah orang yang mengajar. Sehingga “pengajar” lekat maknanya dengan seorang guru, pelatih, instruktur, penyuluh, maupun lektor (pengajar di perguruan tinggi, Red.). Arti ke-3 dari “mengajar” sendiri sebenarnya kurang enak, yaitu “memarahi (memukuli, menghukum, dsb) supaya jera”. Mungkin inilah yang membedakan antara “pengajar” dengan “pembina” maupun “pendidik”.

Bina v atau membina v mempunyai arti:  1 membangun; mendirikan (negara dsb); 2 mengusahakan supaya lebih baik (maju, sempurna, dsb). Dan pembina n adalah orang yg membina; alat untuk membina; pembangun. Pembina juga bisa berarti sebuah pangkat struktural dalam PNS. Jika ditinjau dalam bahasa Inggris, maka yang termasuk ke dalam makna “pembina” adalah builder/erector (pembangun), coach (pelatih), founder (pendiri), maker (pembentuk), dan elder member (senior).

Sedangkan didik v atau mendidik v artinya: memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sehingga pendidik bisa dikatakan tidak hanya memberi pendidikan dalam hal akal, tetapi juga moral.

Kesimpulan yang ada dalam benak saya saat ini adalah:
1. Pengajar → orang yang sekedar memberikan ilmu;
2. Pembina → terkesan lebih pada sebutan bagi “senior” atau “pendiri” dalam suatu lembaga / organisasi / instansi / perusahaan. Bisa juga digunakan untuk sebutan lain bagi “pelatih”;
3. Pendidik → orang yang tak sekedar memberikan ilmu, tapi juga moral;
4. Mengajar → memberikan pelajaran berupa ilmu, keahlian, maupun hukuman;
5. Membina → sebuah kegiatan dengan tujuan menuju sesuatu yang lebih baik dalam segala hal;
6. Mendidik → kegiatan menjaga atau meningkatkan kecerdasan pikiran maupun akhlak.

Akhir kata saya menekankan bahwa kesimpulan yang saya buat hanyalah kesimpulan pribadi dengan sebuah sudut pandang. Bukan kesimpulan para ahli bahasa. Jadi tidak bisa dijadikan sebuah literatur dalam karya ilmiah.

Terima kasih banyak telah membaca artikel ini.. 😀

Pengertian Prosa Lama, Prosa Baru dan Puisi


fauzanstone

 Pengertian Prosa Lama

Prosa lama merupakan karya sastra yang belum mendapat pengaruh dari sastra atau kebudayaan barat.

☻ Prosa lama mempunyai bentuk-bentuk sebagai berikut:

1) Hikayat, bentuk sastra lama yang berisi cerita kehidupan para dewa, peri, pangeran atau putri kerajaan, serta raja-raja yang mempunyai kehidupan luar biasa dan gaib.

2) Sejarah atau tiambo, salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah yang pernah terjadi.

3) Dongeng. bentuk sastra lama yang bercerita tentang sesuatu kejadian yang luar biasa dan penuh khavalan, tentang dewa-dewa, peri-peri, putri-putri cantik, dan sebagainya. Fungsi dongeng haruslah sebagai penghibur. Oleh karena itu, dongeng disebut juga cerita pelipur lara.

☻ Ciri-ciri Prosa Lama

1. Statis
Kalau kita baca Sejarah Melayu, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Si Miskin, Hikayat Bangsawan, dan prosa lama yang lain, bentuknya selalu sama, pola-pola kalimatnya sama, malahan banyak kalimat dan ungkapan sama betul, tema ceritanya pun sama.

2. Diferensiasi…

Lihat pos aslinya 2.149 kata lagi

Mineral


—Menurut The International Mineralogical Association (1995), mineral adalah suatu unsur atau senyawa yang dalam keadaan normalnya memiliki unsur kristal dan terbentuk dari hasil proses geologi.
Mineral termasuk dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik biasanya tidak termasuk).
Penentuan nama mineral dapat dilakukan dengan membandingkan sifat-sifat fisik mineral antara mineral yang satu dengan mineral yang lainnya.
—Sifat-sifat fisik mineral meliputi: warna, kilap (luster), kekerasan (hardness), warna serbuk (streak), belahan (cleavage), pecahan (fracture), struktur/bentuk kristal, berat jenis, sifat dalam (tenacity), dan kemagnetan.
Warna mineral dibagi 2: Idiomakromatik (warna mineral selalu tetap) dan Alokromatik (warna mineral tidak tetap).
Kilap mineral dibagi 2: Kilap Logam dan Kilap Non-Logam.
Kilap Non-Logam: Kilap Kaca (vitreous luster), Kilap Intan (adamantine luster), Kilap Sutera (silky luster), —Kilap Damar (resinous luster), Kilap Mutiara (pearly luster), Kilap Kerang (shelly luster), Kilap Lemak (greasy luster), dan Tidak Berkilap/Kilap Tanah (dull).
Kekerasan adalah ketahanan mineral terhadap suatu goresan. Secara relatif sifat fisik ini ditentukan dengan menggunakan skala Mohs.
Grafit merupakan mineral yang menjadi bahan baku utama mata pensil.
Grafit merupakan mineral yang menjadi bahan baku utama isi pensil.