Ada Apa dengan HRD??


Pernah ikut organisasi? Tentunya bagi kalian yang pernah berorganisasi, kata HRD tidak akan terdengar asing. FYI (For Your Information), terutama bagi yang belum tahu, HRD merupakan singkatan dari Human Resource Development atau dalam bahasa Indonesia berarti Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM).

Lalu ada apa dengan HRD? Yup, HRD termasuk salah satu departemen yang ada di LDK Al-Hurriyyah. Sama seperti departemen-departemen lainnya, HRD memiliki peran penting di LDK. Hmm.. apa saja sih peran penting HRD?

Besarnya nama organisasi tentu tak lepas dari kinerja pengurusnya yang luar biasa. Organisasi tanpa pengurus mau jadi apa?? Oleh sebab itu, HRD hadir untuk meningkatkan kapasitas individu dan tim serta menjaga para pengurus agar bertahan hingga akhir pengurusan bahkan bisa meneruskan perjuangan di kepengurusan berikutnya[1].

Bahasa kerennya peningkatan kapasitas itu tarqiyah (ترقية) (Arab: peningkatan), sedangkan bahasa kerennya penjagaan itu ri’ayah (رعاية) (Arab: penjagaan). Dua tujuan inti HRD tersebut diimplementasikan dalam beberapa program kerja. Program kerja (proker) untuk agenda tarqiyah antara lain English Club, Dauroh Qiyadah, Dauroh Kaderisasi, serta Spectrum. Nah, berbeda dengan tarqiyah, ri’ayah dilakukan dengan banyak cara. Dari banyaknya cara, beberapa diimplementasikan dalam bentuk proker, seperti riyadhoh (رياضة) (Arab: olahraga), sms taushiyah (توصية) (Arab: nasihat), serta Buka Shoum Bersama (BSB)[2].

Penjelasan di atas tentunya tidak lengkap kan. Mau tahu lebih lanjut?? Makanya ayo masuk LDK Al-Hurriyyah IPB! 😀 Atau bisa juga menghubungi kami di +6285781068457 (khusus ikhwan) atau di +628561610646 (khusus akhwat).

Bogor, Sya’ban 1435 H

Salam hangat dari kami,

تسعة المحرك

(Sembilan Penggerak)

Nb:
[1]: syarat dan ketentuan berlaku terkait jangka waktu kepengurusan

[2]: kalau ada yang salah terkait bahasa Arab silakan dikoreksi

Sebuah Identitas dan Pertanggungjawabannya


identitas

Jika berbicara tentang identitas, maka sebenarnya kita punya banyak identitas. Sejak lahir kita sudah membawa identitas keluarga. Kita membawa nama orang tua kita, saudara-saudara kita, bahkan terkadang kerabat maupun leluhur. Tak ayal, maka terkadang ketika kita melakukan kesalahan, orang lain tak hanya menilai diri kita pribadi. Nama keluarga pun bisa ikut tercoreng. Tak hanya identitas keluarga, sejak dalam kandungan kita juga membawa identitas suku dan bangsa. Islam memang tidak mengenal perbedaan suku ataupun bangsa, tapi di dunia saat ini yang diliputi oleh rasisme baik rasisme ekstrem maupun halus, identitas suku dan bangsa kerap menjadi perbandingan di masyarakat. Lanjutkan membaca “Sebuah Identitas dan Pertanggungjawabannya”

KETENTUAN UMUM PERLOMBAAN IIF & SARNAS 2013


KETENTUAN UMUM PERLOMBAAN IIF & SARNAS 2013.