Faktor Internal Penghambat (Selesainya) Skripsi



Hiya!! Jika diingat-ingat lagi mungkin sudah empat bulan lebih saya menghilang dari skripsi [1]. “Alasannya” sangat beragam, tapi itu sangat memalukan jika kita selalu mengambinghitamkan faktor eksternal atas kegagalan yang kita alami. Jadi yang akan saya tulis di sini hanyalah faktor-faktor penghambat dari internal. Meskipun ya itu juga bisa disebut “mencari-cari alasan” sih. Tak apalah, tetap akan saya tulis agar bisa jadi kenangan di masa depan saat sukses nanti.. (#aamiin) Lagi pula barangkali tulisan saya ini bisa bermanfaat bagi orang lain (berbagi pengalaman)..

1. Menulis Laporan
Bagi kalian yang masih aktif kuliah, jangan pernah malas menulis laporan. Percaya deh, itu bakal membantu banget pas menulis skripsi. Salah satu faktor (ingat, “salah satu“, jadi bukan faktor mutlak) penghambat mahasiswa tingkat akhir menyelesaikan skripsi adalah karena saat kuliah jarang mengerjakan laporan (bahasa kasarnya gabuters) saat ada tugas kelompok. Saya akui dulu saya kalau tidak jadi gabuters saya biasanya jadi editor. Sebenarnya menggabungkan potongan-potongan laporan menjadi satu laporan utuh (editor) butuh keahlian khusus juga (tidak semua orang bisa), tapi sayangnya kalau skripsi kan kita jadi penulis bukan pengedit, hehe.. bisa aja nih cari alasannya

2. Malu Bertanya
Jangan pernah malu dan takut untuk bertanya entah itu ke dosen, senior, alumni, teman sebaya, bahkan adik kelas yang bisa jadi lebih paham daripada kita. Kalau sudah gak paham dengan skripsi yang akan kita buat terus malu, takut, atau malas bertanya, ya sudah, ke laut saja sana..

3. Malas
Ah, ini mah umum.. Terus gimana cara menghilangkannya? Hanya diri kita sendiri yang bisa jawab.

4. Disorientasi
Ini nih yang bahaya. Dan harus saya akui, saya pernah mengalaminya. Merasa lebih senang mengerjakan hal lain daripada mengerjakan skripsi. Bahkan sampai muak ketika harus mengerjakan skripsi (disorientasi tingkat tinggi). Penyebabnya banyak dan cara pengobatannya juga banyak. Nanti ada bahasan khusus dari saya (in syaa Allah).

5. Banyak Mengeluh
Kalau ini penyakit yang paling berbahaya. Sudah tahu terpuruk bukannya bangkit, eh malah menyalahkan keadaan. Kalau sudah seperti ini kita harus banyak beristighfar. #Astaghfirullah

6. Maksiat, Dosa, dan Kurang Berdoa
Astaghfirullah, saya sempat lupa faktor internal penghambat kesuksesan yang satu ini. Sebagai orang beriman, kita harus percaya bahwa faktor-faktor ini (maksiat, dosa, kurang berdoa) adalah salah satu penghambat kesuksesan yang vital. Siapa sih yang tidak pernah bermaksiat dan berdosa kecuali Rasulullah saw. yang memang ma’sum [2]. Bisa jadi (na’udzubillahi min dzalik) penghambat kesuksesan kita adalah karena banyaknya maksiat dan dosa serta kurangnya doa-doa kita kepada Allah swt.. Jika maksiat dan dosanya hanya kepada Allah, itu lebih mudah memohon ampun. Tapi jika maksiat dan dosa kita berhubungan dengan manusia, maka kita harus meminta maaf dan memohon restu kepada orang yang pernah kita sakiti. #Astaghfirullah 3x

Kalau ada orang yang sering bermaksiat tapi urusannya selalu lancar janganlah iri. Bisa jadi itu adalah istidraj [3]. #Na’dzubillah tsumma na’udzubillahi min dzalik

Kakek, Nenek, Abi, Ummi, Kakak, Adik, Saudara, Om, Tante, Bapak, Ibu, Kawan, saya mohon maaf karena saya punya banyak salah dengan kalian. Saya mohon doa restu agar proses pembuatan skripsi saya berkah dan hasilnya nanti bisa bermanfaat buat Agama (menambah keimanan kepada Allah atas keajaiban penciptaan), Negara, dan Bangsa, aamiin..

Nah, kalau mau dicari-cari penghambat dari faktor eksternal sih bakal banyak. Tapi sekali lagi mempersalahkan faktor eksternal bukanlah sikap kesatria (penyakit banyak mengeluh). Cukuplah ia (faktor eksternal) kita jadikan sebagai batu loncatan menuju keberhasilan. Ambil hikmahnya dan jangan mengeluh. #Semangat!! 9

“Emak, aku mau wisuda..!!”

Catatan kaki:
[1] Terhitung sejak beres mengambil data penelitian hingga mulai menulis hasil dan pembahasan;

[2] Terpelihara dari dosa.

[3] Pemberian nikmat Allah kepada manusia yang mana pemberian itu tidak diridhoi-Nya. ~( Rasullulah saw. bersabda :โ€Apabila kamu melihat bahwa Allah Ta’ala memberikan nikmat kepada hamba-Nya yang selalu membuat maksiat (durhaka), ketahuilah bahwa orang itu telah diistidrajkan oleh Allah swt.โ€ (Diriwayatkan oleh At-Tabrani, Ahmad, dan Al-Baihaqi) )~

Wallahu a’lam bish-showwab.

Iklan

44 pemikiran pada “Faktor Internal Penghambat (Selesainya) Skripsi


    1. Argh, ketahuan..! Kalau disorientasi karena nge-blog mah emang dari dulu.. Btw, sekarang sudah gak terlalu parah. In syaa Allah semenjak pekan kemarin pe hari ini ane sudah lebih baik (skripsi mengalami kemajuan).. Semoga bertahan hingga akhir, aamiin..

      Suka

  1. oh… ini penghambatnya, satu hal lagi yang menurutku penting bagi para penulis skripsi, yang satu itu adalah kemampuan BERTAHAN. sesulit se njilimet apapun kalau kita bertahan, pasti semuanya akan terselesaikan nantinya

    eh, cara ngasih sticker boneka gitu gimana ya? lucu, jadi pengen naroh gituan pas nulis ntar hahaha ๐Ÿ˜€

    Suka

    1. Ya, ya, bener banget itu.. Kemampuan BERTAHAN atau bahasa kecenya “ISTIQOMAH”.. Termasuk hal yang cukup sulit bagi saya yang gampang stres, haha..

      Tapi bukan berarti tidak bisa, biidznillah, (semoga) ane bisa istiqomah!! #eaa

      Suka

  2. oh… ini penghambatnya, satu hal lagi yang menurutku penting bagi para penulis skripsi, yang satu itu adalah kemampuan BERTAHAN. sesulit se njilimet apapun kalau kita bertahan, pasti semuanya akan terselesaikan nantinya

    eh, cara ngasih sticker boneka gitu gimana ya? lucu, jadi pengen naroh gituan pas nulis ntar hahaha ๐Ÿ˜€

    Suka

    1. Caranya pertama buka cute-factor.com terus klik Menu “Emoticons”. Di sana karakternya banyak, silahkan aja dipilih. Nah, kalau mau ada di postingan blog tinggal copy-paste alamat “Link” yang ada di bawah karakter yang diinginkan dan taruh di blog.

      Perhatian, biar berhasil, copas-an alamat link-nya harus berada di satu baris tersendiri, gak bisa digabung ma tulisan yang lain meskipun dipisahkan dengan spasi. Kalau mau bisa naruh di konten “komentar”, maka pengaturan komentarnya harus bisa nulis kode2 html. Kalau pengaturan bisa nulis kode html tidak dicentang di pengaturan komentar, maka kita gak bisa naruh nih stiker (sebut saja begitu) di tiap komentar..

      Suka

      1. Udaah.. tetep aja ga muncul, vroh.. -_-
        Udah ditaruh link-nya trus di-enter 2 kali, tetep aja ga mau muncul..

        *mungkin ini balasan atas dosa2 saya selama ini ๐Ÿ˜ฆ

        Suka

  3. Ping-balik: Muslim Forester | Dua Bulan Lagi Anniversary!!

  4. iyaaaa bener banget yang disorientasi, kadang udah muaaaak sumpeeeek dan males gilak sama skripsi. Apalagi perfeksionis, sebenarnya tau salahnya dimana atau kurangnya dimana. cuman capeeeeek hahahaha. Tapi ga boleh ngeluh :3

    Disukai oleh 1 orang

  5. Ping-balik: Working on Thesis: 7 Tips to Defeat your Disorientation on Thesis | La Petite Fille

  6. Ping-balik: Working on Thesis: 7 Tips to Defeat your Disorientation on Thesis | Muslim Forester

Silahkan tulis pesan dan kesanmu di sini.. :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s