Tak Selamanya Dongeng atau Mendongeng Itu Baik


Mungkin beberapa dari Anda tidak setuju dengan judul tulisan ini. Menurutku itu tidak masalah, semua orang memiliki pandangan masing-masing. Jika Anda masih ingin membaca ulasan mengapa saya katakan “Tak selamanya dongeng atau mendongeng itu baik”, saya ucapkan selamat membaca! 😀

Menurut (KBBI 2013), dongeng (n) adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh). Dongeng (ki) juga berarti perkataan (berita dsb) yang bukan-bukan atau tidak benar. Sedangkan dongengan (n) berarti cerita bohong; omong kosong.

Menurut saya, arti kata dongeng dan dongengan memiliki dua kesan. Satu kesan kisah fiksi (positif) dan satunya lagi adalah kesan dusta (negatif). Kalau kisah fiksi rasanya sudah sering kita nikmati pula dalam bentuk hikayat, fabel, cerpen, novel, maupun bentuk karya sastra lainnya. Sedangkan kesan dusta adalah dongengan yang bisa berupa bualan, berita burung, maupun mitos.

Sebagai seorang muslim tentu tidak mudah bagi saya untuk mempercayai hal-hal mistis yang biasa ada dalam dongeng-dongeng berbentuk pamali atau pantangan, mitos, dan sebagainya. Sayangnya terkadang dongeng yang seperti ini tertanam dalam benak masyarakat dan menjadi kepercayaan. Karena sering kali dalam dongeng terdapat ajaran-ajaran atau kepercayaan yang tidak Islami. Misal kebiasaan berdoa ketika ada bintang jatuh yang berawal dari dongeng-dongeng Barat, padahal Islam tidak pernah mengajarkan hal tersebut. Lebih jelas bisa klik di sini. Atau cerita-cerita rakyat yang bercerita tentang dewa-dewa ataupun jin (siluman) yang tidak pernah diceritakan dalam hadits.

Tapi ternyata “dongeng” juga sarat dengan ilmu pengetahuan. Biasanya “dongeng” yang seperti ini berhubungan dengan “dongeng peradaban” baik di masa sejarah ataupun prasejarah. Kadang pula “dongeng” ini bersifat ilmiah. Sebut saja misalnya tentang teori evolusi ataupun “dongeng-dongeng” keilmuan lainnya. Untuk “dongeng-dongeng” yang seperti ini saya belum bisa kasih komentar karena masih kurangnya ilmu saya.

Kembali ke topik. Lalu mengapa saya katakan bahwa tak selamanya dongeng dan mendongeng itu baik? Sepertinya Anda pun sudah bisa mengerti alasan saya dari ulasan-ulasan di atas. Tapi bukan berarti dongeng adalah hal yang buruk sama sekali. Yang harus digarisbawahi adalah kata “tak selamanya”, artinya terkadang dongeng juga merupakan hiburan yang menarik dan dapat diambil hikmahnya. Ketika kecil saya juga termasuk anak-anak yang suka membaca dongeng.

Kesimpulan:
Hal penting bagi orang tua ataupun pengajar yang ingin mendongeng kepada anak-anak adalah memilih dongeng. Pilihlah dongeng yang bisa diambil hikmahnya tetapi tidak mengandung unsur kesyirikan baik yang terang-terangan maupun yang terselubung. Jika masih terdapat hal tersebut (kesyirikan), orang tua atau pengajar harus menjelaskan dengan baik sehingga tidak terjadi kesalahpahaman pada anak.

Saya juga yakin Muhammad Al-Fatih, sang penakluk konstatinopel tidak tumbuh besar dengan dongeng-dongeng ketika beliau kecil. Tetapi beliau tumbuh bersama kisah-kisah dalam Al-Qur’an, hadits, dan sejarah Islam. Harus saya tegaskan bahwa kisah-kisah dalam Al-Qur’an, Hadits, maupun Siroh Nabi, Rasul, dan Shahabat bukanlah dongeng! Ia adalah kisah nyata baik kisah tentang orang-orang, hal ghoib, atau kejadian terdahulu maupun kisah tentang orang-orang, hal ghoib, atau kejadian yang akan datang.

Sampai akhir tulisan ternyata saya tidak berubah pikiran bahwa tak selamanya dongeng ataupun mendongeng itu baik. Jika Anda juga masih tidak sependapat dengan saya, itu tidak masalah. Ingin berkomentar? Silahkan berkomentar di tulisan ini dengan bahasa yang sopan. Saya menghargai perbedaan pendapat. Terima kasih telah membaca tulisan ini. 😀

Wallahu a’lam bish-showwab

Iklan

2 pemikiran pada “Tak Selamanya Dongeng atau Mendongeng Itu Baik

  1. Kang Diko

    mungkin ada baiknya setelah menulis ini anda juga memberikan contoh dongeng yang bisa menginspirasi yang anda maksudkan…
    good.. sekedar saran 🙂

    Suka

    1. Maaf baru balas. Zaman sekarang juga sudah banyak kok dongeng-dongeng yang Islami__dongeng yang tidak mengandung kesyirikan dan penuh dengan hikmah Islam__baik berupa buku cerita, komik, maupun kartun.

      Suka

Silahkan tulis pesan dan kesanmu di sini.. :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s