Antara Pengajar-Mengajar, Pembina-Membina, dan Pendidik-Mendidik


Kita sering mendengar kata-kata “Pengajar”, “Mengajar, “Pembina”, “Membina”, “Pendidik”, dan “Mendidik” bukan? Lalu apakah kita sudah paham makna dari kata-kata tersebut? Apakah ada perbedaan di antara tiga objek dan tiga kata kerja tersebut? Teman, ternyata tiap kata tersebut memiliki makna yang berbeda loh.. 😀

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), mengajar v mempunyai arti: 1 memberi pelajaran; 2 melatih; 3 memarahi (memukuli, menghukum, dsb) supaya jera. Sedangkan arti pengajar n adalah orang yang mengajar. Sehingga “pengajar” lekat maknanya dengan seorang guru, pelatih, instruktur, penyuluh, maupun lektor (pengajar di perguruan tinggi, Red.). Arti ke-3 dari “mengajar” sendiri sebenarnya kurang enak, yaitu “memarahi (memukuli, menghukum, dsb) supaya jera”. Mungkin inilah yang membedakan antara “pengajar” dengan “pembina” maupun “pendidik”.

Bina v atau membina v mempunyai arti:  1 membangun; mendirikan (negara dsb); 2 mengusahakan supaya lebih baik (maju, sempurna, dsb). Dan pembina n adalah orang yg membina; alat untuk membina; pembangun. Pembina juga bisa berarti sebuah pangkat struktural dalam PNS. Jika ditinjau dalam bahasa Inggris, maka yang termasuk ke dalam makna “pembina” adalah builder/erector (pembangun), coach (pelatih), founder (pendiri), maker (pembentuk), dan elder member (senior).

Sedangkan didik v atau mendidik v artinya: memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sehingga pendidik bisa dikatakan tidak hanya memberi pendidikan dalam hal akal, tetapi juga moral.

Kesimpulan yang ada dalam benak saya saat ini adalah:
1. Pengajar → orang yang sekedar memberikan ilmu;
2. Pembina → terkesan lebih pada sebutan bagi “senior” atau “pendiri” dalam suatu lembaga / organisasi / instansi / perusahaan. Bisa juga digunakan untuk sebutan lain bagi “pelatih”;
3. Pendidik → orang yang tak sekedar memberikan ilmu, tapi juga moral;
4. Mengajar → memberikan pelajaran berupa ilmu, keahlian, maupun hukuman;
5. Membina → sebuah kegiatan dengan tujuan menuju sesuatu yang lebih baik dalam segala hal;
6. Mendidik → kegiatan menjaga atau meningkatkan kecerdasan pikiran maupun akhlak.

Akhir kata saya menekankan bahwa kesimpulan yang saya buat hanyalah kesimpulan pribadi dengan sebuah sudut pandang. Bukan kesimpulan para ahli bahasa. Jadi tidak bisa dijadikan sebuah literatur dalam karya ilmiah.

Terima kasih banyak telah membaca artikel ini.. 😀

Iklan

Satu pemikiran pada “Antara Pengajar-Mengajar, Pembina-Membina, dan Pendidik-Mendidik

Silahkan tulis pesan dan kesanmu di sini.. :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s